Detail Berita

Semarak Dies Natalis ke-37 SMAN 1 Wirosari: Menguatkan Semangat Berani Juara

Selasa, 28 Juli 2026 12:06 WIB
0 |   -

Semarak Dies Natalis ke-37 SMAN 1 Wirosari: Menguatkan Semangat Berani Juara 

Photo by: Krealistik

Wirosari, 22 Juli 2026 – Matahari menyambut ceria pagi yang dinanti. Panggung berdiri gagah di tengah lapangan menjadi pusat lokasi acara Dies Natalis ke-37 SMA Negeri 1 Wirosari (Smansawira). Tak jauh dari pandang, deretan stand sponsor juga meramaikan wujud acara. Antusiasme warga sekolah turut menghidupkan hari istimewa ini.

Smansawira dalam ESTORIA

Perayaan Dies Natalis kali ini bertajuk ESTORIA (Ekspresi Talenta dan Inovasi Kreatif Siswa Smansawira). Tak hanya omon-omon belaka, ESTORIA benar-benar menjadi panggung bagi siswa untuk menunjukkan bakat, kreativitas, serta inovasi mereka melalui beragam penampilan seni dan semangat yang menghidupkan semarak perayaan.

Lebih dari sekadar perayaan, Dies Natalis menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang SMAN 1 Wirosari. Berdiri sejak tahun 1990, SMAN 1 Wirosari lahir dari harapan untuk memperluas akses pendidikan di Kabupaten Grobogan. Berawal dari tiga rombongan belajar yang sempat menumpang di SD Negeri 3 Wirosari, sekolah ini tumbuh perlahan menjadi salah satu SMA unggulan dengan akreditasi A. Tiga puluh tujuh tahun kemudian, jejak perjuangan itu terus hidup, mengantarkan Smansawira melangkah mantap dengan semangat Berani Juara.

Kilas Perayaan ESTORIA

Suasana hangat pagi menyelimuti semangat dan antusiasme peserta. Seluruh siswa berbaris rapi di lapangan, sebelum balon-balon dilepas mengangkasa sebagai simbol harapan. Sesaat kemudian, tepatnya pukul 07.35, langkah pertama jalan sehat dimulai oleh siswa-siswi kelas X.1 sampai kelas Xll.11 serta guru-guru Smansawira. 

Rute jalan yang panjang dan panas terik matahari tak menurunkan semangat para siswa untuk menyelesaikan perjalanan. Dengan tawa, canda, dan kebersamaan yang terus mengiringi setiap langkah, kegiatan jalan sehat justru menjadi momen yang mempererat keakraban. 

Setibanya siswa-siswi di sekolah, beberapa saat dimulailah pembukaan acara oleh MC (Master of Ceremonial).  Memasuki bagian awal acara, para peserta diajak untuk menilik sejarah SMAN 1 Wirosari yang dibacakan oleh Andika Wahyu Ramandani (XII.2). Disusul dengan sambutan dan laporan pertanggungjawaban panitia terhadap sekolah dan para sponsor yang disampaikan oleh ketua panitia, Rizqiani Trisnanti Putri (XII.1). Dalam sambutannya, Rizqiani juga menyampaikan rasa terima kasih untuk seluruh pihak yang terlibat.

“Kalau teman-teman melihat, maskot ESTORIA tahun ini adalah koala. Kami memilih koala karena koala dikenal menjadikan pohon sebagai rumah keduanya. Filosofi sederhana itu menjadi harapan kami, semoga SMA Negeri 1 Wirosari juga bisa menjadi rumah kedua bagi kita semua. Tempat untuk belajar, bertumbuh, dan pulang dengan banyak kenangan,” ungkap Rizqiani.

Bapak Arif Mahmudi, S.Pd.,M.Pd.,M.Si, selaku kepala sekolah juga menyampaikan sambutannya. Beliau mengungkapkan rasa bangga atas prestasi yang telah ditorehkan oleh siswa-siswi. Beliau menekankan bahwa SMAN 1 Wirosari bukan lagi sekolah perintis, melainkan sekolah berkembang. Hal ini menjadi pengingat bahwa setiap prestasi yang diraih merupakan pijakan untuk terus bertumbuh dan melahirkan generasi yang berani berprestasi. Sambutan ini sekaligus membuka acara secara simbolis. 

Masih dalam segmen pembuka, terdapat dua guru yang pindah tugas dan berkesempatan menyampaikan kesan dan pesan perpisahan, di antaranya Bapak Muhammad Amirudin Arif Prasojo, S.Pd. dan Bapak Aris Budi, S.Pd. Cinderamata diserahkan oleh Bapak Arif Mahmudi sebagai tali asih atas dedikasi mereka. 

Sebelum memasuki acara berikutnya, Bapak Ma'ruf Syaifuddin, S.Pd.I membacakan doa demi kelancaran kegiatan. Barulah para peserta disambut dengan menyaksikan pertunjukan tari oleh ekstrakurikuler tari Smansawira. Disusul pula dengan penampilan ekstrakurikuler karawitan dan kopasbara. 

Setelah rangkaian pembuka dan penampilan, acara berlanjut dengan pembacaan kupon jalan sehat yang sebelumnya telah dibagikan oleh panitia OSIS. Para peserta sangat antusias menantikan nomor kupon mereka disebutkan untuk mendapat hadiah. Usai pembacaan dan pengambilan hadiah beberapa kupon, peserta kembali disuguhkan dengan penampilan ekstrakurikuler, kali ini giliran ekstrakurikuler dance yang dengan lihai menampilkan tarian modern mereka. Ekstrakurikuler musik juga menyusul seusai dance tampil. Lalu nomor kupon kembali dibacakan sebelum acara diberhentikan sejenak demi istirahat, sholat, dan makan (ishoma). 

Sekitar pukul 13.00 WIB, peserta kembali ke lapangan guna menunggu nomor kupon mereka dibacakan. Selingan hiburan dangdut juga turut meramaikan acara ini. Tiba pada akhir acara, doorprize berupa 2 ekor kambing dan 3 unit sepeda yang didambakan semua orang akhirnya sampai ke pemiliknya. Meskipun masih terdapat beberapa hadiah yang belum dibagikan, acara ditutup terlebih dahulu mengingat waktu yang kunjung petang. Sehingga beberapa hadiah yang tersisa akan dibagikan lagi esok hari bersamaan dengan apel memperingati Hari Anak Nasional. 

Suara dari Smansawira

Di tengah semarak Dies Natalis ke-37 ini, kami melakukan wawancara dengan beberapa pihak. Rizqiani sebagai ketua panitia menjabarkan bahwa tantangan terbesar dalam penyelenggaraan acara adalah proses pencarian sponsor. Penetapan jadwal yang berdekatan dengan hari pelaksanaan membuat pengajuan proposal kepada sejumlah perusahaan menjadi terhambat. Meski target sponsor sebesar Rp25 juta belum tercapai, kebutuhan acara tetap dapat terpenuhi. "Alhamdulillah, walaupun sponsor kami belum mencapai target, justru ada sponsor yang datang menawarkan kerja sama kepada kami," tuturnya.

Rizqiani menjelaskan bahwa konsep Dies Natalis tahun ini berfokus pada hiburan agar seluruh siswa dapat menikmati momen kebersamaan. "Kalau Dies Natalis, kami ingin siswa-siswi bisa seru-seruan, jadi daya tarik utamanya memang ada di hiburan," ujarnya. Ia pun berharap penyelenggaraan Dies Natalis di tahun mendatang dapat memperoleh lebih banyak sponsor sehingga acara semakin meriah, sekaligus memperbaiki berbagai kendala yang masih ditemui pada pelaksanaan tahun ini.

Ibu Dwi Yuni Kartika Ningtyas, S.Pd, M.Pd, salah satu guru pengampu mata pelajaran Sejarah, mengungkap bahwa pelaksanaan Dies Natalis kali ini cukup meriah dan menyenangkan. Wanda (XII.8) juga menyampaikan hal serupa. “Jujur capek jalan santainya, tapi acaranya seru, tema desain yang dipilih bagus dan yang paling dinantikan adalah stand makanan,” ujarnya. Begitu pula dengan ungkapan dari Arti (X.8), “Seru sih, soalnya di MTs gak ada acara kayak gini.”

Perayaan Dies Natalis ke-37 bukan sekadar penanda bertambahnya usia SMAN 1 Wirosari, tetapi juga menjadi ruang untuk merefleksikan perjalanan, mengapresiasi setiap pencapaian, dan menguatkan kebersamaan seluruh keluarga besar Smansawira. Melalui ESTORIA, semangat berkarya, berinovasi, dan berprestasi kembali bergema, membuktikan bahwa setiap langkah kecil hari ini adalah bagian dari sejarah yang akan dikenang di masa mendatang.

Sebagai penutup, Ibu Tika berharap SMAN 1 Wirosari dapat terus tumbuh menjadi sekolah yang lebih sukses, lebih maju, dan semakin berprestasi. Sejalan dengan slogan Berani Juara, harapan tersebut tidak hanya diwujudkan melalui prestasi akademik maupun
 non akademik, tetapi juga melalui pembentukan akhlak yang mulia, sehingga setiap insan Smansawira mampu menjadi pribadi yang unggul dalam ilmu, berkarakter dalam sikap, dan menginspirasi di mana pun berada.

 

ð–§· Penulis: 

Arfinna Irmaretta Permatasari (XII.8),

Chika Avrillia Putri (XII.4),

Tim Jurnalistik SMAN 1 Wirosari


Komentar

×
Berhasil membuat Komentar
×
Komentar anda masih dalam tahap moderator
1000
Karakter tersisa
Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini