Perkuat Budaya Mutu, SMAN 1 Wirosari Gelar Bimtek Penguatan Tata Kelola dan SPMI
𝗪𝗶𝗿𝗼𝘀𝗮𝗿𝗶, 𝟭 𝗦𝗲𝗽𝘁𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿 𝟮𝟬𝟮𝟲 — SMA Negeri 1 Wirosari menjadi tuan rumah 𝗕𝗶𝗺𝗯𝗶𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗧𝗲𝗸𝗻𝗶𝘀 (𝗕𝗶𝗺𝘁𝗲𝗸) 𝗣𝗲𝗻𝗴𝘂𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗧𝗮𝘁𝗮 𝗞𝗲𝗹𝗼𝗹𝗮 𝗦𝗮𝘁𝘂𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗻𝗱𝗶𝗱𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗺𝗲𝗹𝗮𝗹𝘂𝗶 𝗦𝗶𝘀𝘁𝗲𝗺 𝗣𝗲𝗻𝗷𝗮𝗺𝗶𝗻𝗮𝗻 𝗠𝘂𝘁𝘂 𝗜𝗻𝘁𝗲𝗿𝗻𝗮𝗹 (𝗦𝗣𝗠𝗜) 𝗚𝘂𝗴𝘂𝘀 𝗞𝗮𝗯𝘂𝗽𝗮𝘁𝗲𝗻 𝗚𝗿𝗼𝗯𝗼𝗴𝗮𝗻. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program bagi 𝘀𝗲𝗸𝗼𝗹𝗮𝗵 𝗽𝗲𝗻𝗲𝗿𝗶𝗺𝗮 𝗕𝗢𝗦 𝗞𝗶𝗻𝗲𝗿𝗷𝗮 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟮𝟬𝟮𝟲 sebagai bentuk apresiasi atas capaian dan predikat Sekolah Berkemajuan Terbaik.
Kegiatan dihadiri oleh 𝗞𝗲𝗽𝗮𝗹𝗮 𝗖𝗮𝗯𝗮𝗻𝗴 𝗗𝗶𝗻𝗮𝘀 𝗣𝗲𝗻𝗱𝗶𝗱𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗪𝗶𝗹𝗮𝘆𝗮𝗵 𝗜𝗩 𝗣𝗿𝗼𝘃𝗶𝗻𝘀𝗶 𝗝𝗮𝘄𝗮 𝗧𝗲𝗻𝗴𝗮𝗵, 𝗕𝗮𝗽𝗮𝗸 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗺𝘁𝗼, 𝗦.𝗣𝗱., 𝗠.𝗠.; narasumber dari 𝗕𝗮𝗹𝗮𝗶 𝗕𝗲𝘀𝗮𝗿 𝗣𝗲𝗻𝗷𝗮𝗺𝗶𝗻𝗮𝗻 𝗠𝘂𝘁𝘂 𝗣𝗲𝗻𝗱𝗶𝗱𝗶𝗸𝗮𝗻 (𝗕𝗕𝗣𝗠𝗣) 𝗣𝗿𝗼𝘃𝗶𝗻𝘀𝗶 𝗝𝗮𝘄𝗮 𝗧𝗲𝗻𝗴𝗮𝗵, 𝗜𝗯𝘂 𝗗𝗿𝗮. 𝗗𝗼𝗲𝘀 𝗜𝗰𝗵𝘄𝗮𝗻𝗶 𝗧𝗿𝗶 𝗪𝗶𝗸𝗮𝗻𝗮𝗵, 𝗠.𝗣𝗱.; 𝗣𝗲𝗻𝗴𝗮𝘄𝗮𝘀 𝗕𝗶𝗻𝗮 𝗦𝗠𝗔𝗡 𝟭 𝗪𝗶𝗿𝗼𝘀𝗮𝗿𝗶, 𝗕𝗮𝗽𝗮𝗸 𝗗𝗿𝘀. 𝗦𝗹𝗮𝗺𝗲𝘁 𝗦𝗲𝘁𝘆𝗼𝗯𝘂𝗱𝗶, 𝗠.𝗣𝗱.; 𝗞𝗲𝗽𝗮𝗹𝗮 𝗦𝗠𝗔𝗡 𝟭 𝗪𝗶𝗿𝗼𝘀𝗮𝗿𝗶, 𝗕𝗮𝗽𝗮𝗸 𝗔𝗿𝗶𝗳 𝗠𝗮𝗵𝗺𝘂𝗱𝗶, 𝗦.𝗣𝗱., 𝗠.𝗣𝗱., 𝗠.𝗦𝗶.; serta kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan dari empat sekolah penerima BOS Kinerja.
Empat sekolah tersebut terdiri atas 𝗦𝗠𝗔𝗡 𝟭 𝗪𝗶𝗿𝗼𝘀𝗮𝗿𝗶, 𝗦𝗠𝗔 𝗬𝗮𝘀𝗶𝗵𝗮𝗵, 𝗦𝗠𝗔 𝗜𝘀𝗹𝗮𝗺 𝗦𝘂𝗱𝗶𝗿𝗺𝗮𝗻 𝗞𝗲𝗱𝘂𝗻𝗴𝗷𝗮𝘁𝗶, 𝗱𝗮𝗻 𝗦𝗠𝗔 𝗕𝘂𝗱𝗶 𝗟𝘂𝗵𝘂𝗿 𝗧𝗮𝘄𝗮𝗻𝗴𝗵𝗮𝗿𝗷𝗼. Sebanyak 𝟰𝟬 𝗽𝗲𝘀𝗲𝗿𝘁𝗮 mengikuti kegiatan tersebut, dengan masing-masing sekolah mengirimkan 𝟭𝟬 𝗽𝗲𝘀𝗲𝗿𝘁𝗮 yang diharapkan dapat menyebarluaskan pengetahuan dan praktik baik hasil bimtek di sekolah masing-masing.
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta pada pukul 08.00 WIB. Acara kemudian dipandu oleh 𝗜𝗯𝘂 𝗗𝘄𝗶 𝗬𝘂𝗻𝗶 𝗞𝗮𝗿𝘁𝗶𝗸𝗮 𝗡𝗶𝗻𝗴𝘁𝘆𝗮𝘀, 𝗦.𝗣𝗱. selaku pembawa acara, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipimpin oleh 𝗜𝗯𝘂 𝗔𝗺𝗯𝗮𝗿 𝗪𝗶𝗱𝘆𝗮𝘄𝗮𝘁𝗶, 𝗦.𝗣𝗱., serta pembacaan doa oleh 𝗕𝗮𝗽𝗮𝗸 𝗚𝘂𝗻𝗮𝗱𝗶, 𝗦.𝗣𝗱.
Dalam sambutannya, 𝗞𝗲𝗽𝗮𝗹𝗮 𝗦𝗠𝗔𝗡 𝟭 𝗪𝗶𝗿𝗼𝘀𝗮𝗿𝗶, 𝗕𝗮𝗽𝗮𝗸 𝗔𝗿𝗶𝗳 𝗠𝗮𝗵𝗺𝘂𝗱𝗶, 𝗦.𝗣𝗱., 𝗠.𝗣𝗱., 𝗠.𝗦𝗶., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Bimtek bagi sekolah penerima BOS Kinerja Prestasi Terbaik. Ia juga menjelaskan rangkaian kegiatan berikutnya yang akan dilaksanakan di sekolah penerima BOS Kinerja lainnya.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Bimtek penerima BOS Kinerja Prestasi Terbaik. Selanjutnya akan ada kegiatan literasi dan numerasi di SMA Yasihah, digitalisasi di SMA Budi Luhur Tawangharjo, serta pengimbasan di SMA Islam Sudirman Kedungjati,” jelasnya.
𝗦𝗣𝗠𝗜 𝘀𝗲𝗯𝗮𝗴𝗮𝗶 𝗕𝘂𝗱𝗮𝘆𝗮 𝗠𝘂𝘁𝘂 𝗦𝗲𝗸𝗼𝗹𝗮𝗵
Memasuki acara inti, materi 𝗦𝗶𝘀𝘁𝗲𝗺 𝗣𝗲𝗻𝗷𝗮𝗺𝗶𝗻𝗮𝗻 𝗠𝘂𝘁𝘂 𝗜𝗻𝘁𝗲𝗿𝗻𝗮𝗹 (𝗦𝗣𝗠𝗜) disampaikan oleh 𝗜𝗯𝘂 𝗗𝗿𝗮. 𝗗𝗼𝗲𝘀 𝗜𝗰𝗵𝘄𝗮𝗻𝗶 𝗧𝗿𝗶 𝗪𝗶𝗸𝗮𝗻𝗮𝗵, 𝗠.𝗣𝗱., dari 𝗕𝗕𝗣𝗠𝗣 𝗣𝗿𝗼𝘃𝗶𝗻𝘀𝗶 𝗝𝗮𝘄𝗮 𝗧𝗲𝗻𝗴𝗮𝗵. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya SPMI sebagai bagian dari budaya mutu sekolah, bukan sekadar pemenuhan administrasi.
Dalam materi tersebut, SPMI ditekankan sebagai 𝗽𝗿𝗼𝘀𝗲𝘀 𝗽𝗲𝗿𝗯𝗮𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗯𝗲𝗿𝗸𝗲𝗹𝗮𝗻𝗷𝘂𝘁𝗮𝗻 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗯𝗲𝗿𝗯𝗮𝘀𝗶𝘀 𝗱𝗮𝘁𝗮. Sekolah perlu memetakan kondisi, menentukan perbaikan, melaksanakan program, kemudian mengevaluasi hasil dan dampaknya. Dengan demikian, sekolah tidak hanya berfokus pada pemenuhan standar, tetapi juga terus berkembang melalui inovasi dan peningkatan kualitas layanan.
Selain itu, mutu sekolah diarahkan pada dampak nyata bagi peserta didik, baik dalam pembelajaran, pembentukan karakter, maupun pengembangan kompetensi. Praktik baik yang telah dilakukan juga diharapkan dapat dibagikan dan diterapkan di lingkungan sekolah maupun sekolah lainnya.
Arahan selanjutnya disampaikan oleh 𝗞𝗲𝗽𝗮𝗹𝗮 𝗖𝗮𝗯𝗮𝗻𝗴 𝗗𝗶𝗻𝗮𝘀 𝗣𝗲𝗻𝗱𝗶𝗱𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗪𝗶𝗹𝗮𝘆𝗮𝗵 𝗜𝗩 𝗣𝗿𝗼𝘃𝗶𝗻𝘀𝗶 𝗝𝗮𝘄𝗮 𝗧𝗲𝗻𝗴𝗮𝗵, 𝗕𝗮𝗽𝗮𝗸 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗺𝘁𝗼, 𝗦.𝗣𝗱., 𝗠.𝗠. Beliau menekankan bahwa peningkatan mutu sekolah harus berujung pada peningkatan kualitas pembelajaran.
“Berbagai upaya peningkatan mutu pada akhirnya bermuara pada kualitas pembelajaran di kelas,” tegasnya.
Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan presentasi peserta. Rangkaian kegiatan berlangsung hingga sekitar pukul 15.48 WIB.
Melalui kegiatan ini, sekolah penerima BOS Kinerja diharapkan tidak berhenti pada capaian yang telah diraih, tetapi menjadikannya sebagai pijakan untuk terus belajar, melakukan refleksi, memperbaiki layanan, berinovasi, dan berbagi praktik baik.
Pada akhirnya, mutu bukanlah tujuan akhir, melainkan budaya untuk terus menjadi lebih baik. Dengan penerapan SPMI yang konsisten dan berkelanjutan, sekolah diharapkan mampu menghadirkan pendidikan yang semakin berkualitas serta memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik.
Penulis: Arti Kusuma Dini A. (XI.3)
Jadilah yang pertama berkomentar di sini