Nara Tirta: Menyulam Budaya dengan Langkah Generasi Muda dalam Karnaval SMA Negeri 1 Wirosari

Photo by: Krealistik
Wirosari, 27 Agustus 2026 — Dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, SMA Negeri 1 Wirosari turut memeriahkan Karnaval Budaya 2026 dengan mengangkat kearifan lokal Kabupaten Grobogan melalui tradisi Kuras Sendang Tegalrejo. Dengan konsep “Nara Tirta: Melestarikan Kearifan Lokal Kuras Sendang Tegalrejo”, para peserta mempersiapkan penampilan yang memadukan unsur budaya, seni, kreativitas, dan semangat generasi muda. Penampilan SMA Negeri 1 Wirosari dalam karnaval ini dipersiapkan di bawah kepanitiaan yang diketuai oleh Bapak Suwartono, S.Pd., dengan dukungan seluruh bapak dan ibu guru.
Sejak pagi hari, tepatnya sekitar pukul 05.30 WIB, para peserta mulai melakukan make up di aula SMA Negeri 1 Wirosari sekaligus mempersiapkan kostum dan berbagai perlengkapan karnaval. Setelah semuanya siap, peserta kemudian berkumpul di rumah Ibu Ambar Widyawati, S.Pd. untuk melakukan persiapan terakhir sebelum berangkat menuju Lapangan Kawedanan. Perjalanan menuju lokasi berlangsung penuh semangat dan keceriaan. Para peserta berjalan bersama sambil bercanda, tertawa, dan saling menghibur. Senyum lebar tampak menghiasi wajah mereka, membuat perjalanan terasa semakin menyenangkan.
Dalam perjalanan, Tim Kader Adiwiyata turut mendampingi rombongan untuk menjaga kebersihan. Para peserta tidak membuang sampah sembarangan selama mengikuti karnaval. Sampah seperti botol bekas minuman dikumpulkan dan diberikan kepada Tim Kader Adiwiyata untuk dibawa dan dikelola. Hal tersebut menjadi bentuk kepedulian warga SMA Negeri 1 Wirosari terhadap lingkungan, sehingga kemeriahan karnaval tetap berjalan tanpa meninggalkan sampah di sepanjang perjalanan.
Sesampainya di Lapangan Kawedanan sekitar pukul 12.22 WIB, seluruh peserta berkumpul bersama bapak dan ibu guru untuk menunggu giliran tampil. SMA Negeri 1 Wirosari mendapat nomor undian 4, tetapi terdapat sebuah hambatan yang membuat rombongan belum dapat tampil sesuai urutan. Akibatnya, posisi SMA Negeri 1 Wirosari sempat diselingi oleh rombongan dari sekolah lain. Dalam kondisi cuaca yang sangat panas, para peserta tetap menunggu dengan sabar dan menjaga semangat. Sementara itu, warga yang antusias menyaksikan karnaval membuat suasana di sekitar lapangan tetap ramai dan meriah.
Setelah hambatan tersebut berhasil diselesaikan, rombongan SMA Negeri 1 Wirosari akhirnya melanjutkan karnaval. Barisan terdiri atas banner, pasukan Kopasbara pembawa bendera, peserta OSN yang telah lolos hingga tingkat provinsi, batik karnival karya siswa kelas X, karawitan, para penari, Grand Max, dan tim PMR. Batik karnival tersebut merupakan bagian dari projek kokurikuler bertema Kearifan Lokal Kabupaten Grobogan: Kuras Sendang Tegalrejo. Di sepanjang perjalanan, Tim Kader Adiwiyata tetap menjalankan tugasnya dengan mengumpulkan sampah dari peserta agar tidak berserakan.
Salah satu daya tarik utama dalam penampilan adalah tari “Kuras Sendang Tegalrejo”. Tarian tersebut mengangkat tradisi Kuras Sendang di Desa Tegalrejo yang dikemas menjadi sebuah pertunjukan tari. Para penari tampil secara berkelompok dengan gerakan yang kompak dan penuh energi. Kostum yang dikenakan disesuaikan dengan konsep kearifan lokal dan dipadukan dengan iringan karawitan yang berada di atas mobil, sehingga nuansa budaya semakin terasa di sepanjang perjalanan.
Dalam persiapannya, para penari telah menjalani latihan selama kurang lebih satu bulan. Salah satu penari, Egga Aldelandra Prasetya, mengatakan bahwa tidak ada kesulitan berarti selama proses latihan. Namun, terkadang beberapa anggota tari tidak dapat hadir secara lengkap. Meskipun demikian, latihan tetap dilakukan dan para penari terus mempersiapkan penampilan hingga hari pelaksanaan. Setelah akhirnya tampil dalam karnaval, Egga mengaku merasa sangat lega karena latihan selama kurang lebih satu bulan dapat terbayarkan dengan penampilan yang berjalan lancar.
Setelah melewati dan menampilkan pertunjukan di depan Kecamatan Wirosari, rombongan melanjutkan perjalanan menuju lingkungan Jambangan Barat. Meskipun matahari terasa sangat terik, semangat para peserta tidak surut. Warga terlihat antusias berdiri di pinggir jalan untuk menyaksikan karnaval. Ketika rombongan membagikan manggar kepada anak-anak, suasana semakin hangat. Anak-anak tampak senang dengan senyum lebar dan tawa mereka saat menerima manggar, kemudian kembali memperhatikan rombongan yang terus berjalan. Tim Kader Adiwiyata juga tetap menjaga kebersihan dengan mengumpulkan sampah selama perjalanan.
Sesampainya di lingkungan Jambangan Barat, rombongan kembali menampilkan pertunjukan yang telah dipersiapkan. Tari Kuras Sendang Tegalrejo beserta rangkaian penampilan lainnya disuguhkan di hadapan masyarakat. Penampilan tersebut dilakukan sebanyak dua kali di lingkungan Jambangan Barat, dan setiap penampilan mendapatkan perhatian serta antusiasme dari warga. Meskipun telah melalui perjalanan panjang dan cuaca yang panas, para peserta tetap berusaha memberikan penampilan terbaik. Setelah seluruh penampilan selesai, rombongan memutari lingkungan tersebut sebelum akhirnya kembali menuju rumah Ibu Ambar untuk beristirahat dan bersantai bersama.
Perjalanan panjang tersebut akhirnya memberikan hasil yang membanggakan. SMA Negeri 1 Wirosari berhasil meraih Juara 1 Karnaval Budaya 2026. Kemenangan ini terasa semakin istimewa karena SMA Negeri 1 Wirosari berhasil mempertahankan gelar yang sama selama dua tahun berturut-turut, setelah sebelumnya juga meraih Juara 1 pada karnaval tahun lalu. Prestasi tersebut menjadi buah dari kerja keras, kekompakan, kreativitas, dan semangat seluruh peserta, bapak dan ibu guru, panitia, serta pihak yang terlibat.
Karnaval Budaya 2026 pun menjadi lebih dari sekadar perlombaan. Dari persiapan sejak pagi, perjalanan penuh canda menuju Lapangan Kawedanan, menunggu di tengah teriknya matahari, menghadapi hambatan, menampilkan tari Kuras Sendang Tegalrejo, menjaga kebersihan bersama Tim Kader Adiwiyata, hingga melihat senyum lebar anak-anak yang mendapatkan manggar, semuanya menjadi bagian dari perjalanan yang berkesan. Dua tahun berturut-turut menjadi Juara 1 menjadi penutup yang membanggakan dari sebuah perjalanan penuh semangat, kebersamaan, kreativitas, dan kecintaan terhadap budaya lokal.
Penulis: Arti Kusuma Dini A. (XI.3) Tim Jurnalistik SMAN 1 Wirosari
Jadilah yang pertama berkomentar di sini