Menghidupkan Semangat Kartini: Semarak Hari Kartini di SMAN 1 Wirosari
Photo by: Krealistik
Wirosari, 21 April 2026 — Dalam rangka memperingati Hari Raden Ajeng Kartini, SMA Negeri 1 Wirosari menggelar berbagai kegiatan menarik yang melibatkan seluruh warga sekolah. Mengusung tema CAKRA (Cermin Kreativitas dan Apresiasi Kartini Muda), peringatan tahun ini tidak hanya meriah, tetapi juga sarat akan makna dan nilai edukatif.
Setelah pelaksanaan upacara, kegiatan dilanjutkan dengan lomba kebersihan kelas yang diikuti oleh seluruh siswa. Setiap kelas berpartisipasi aktif dalam membersihkan dan menata ruangannya masing-masing. Mereka bekerja sama membagi tugas, mulai dari menyapu, mengepel, hingga menata dekorasi kelas agar terlihat rapi dan nyaman. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab serta kepedulian terhadap lingkungan sekolah.
Salah satu acara yang paling dinantikan adalah lomba fashion show. Sebelum tampil, para peserta melakukan persiapan di aula dengan penuh semangat. Mereka berdandan dan merias diri dengan bantuan pendamping untuk menampilkan busana terbaik yang mencerminkan keanggunan serta nilai budaya.
Konsep fashion show yang ditampilkan mengusung tema yang beragam, namun tetap selaras dengan semangat Hari Kartini. Setiap peserta menampilkan gaya yang unik dan berbeda, memadukan unsur tradisional dengan sentuhan modern. Ada yang mengenakan kebaya klasik dengan modifikasi kekinian, ada pula yang mengangkat tema budaya daerah dengan sentuhan kreatif yang mencerminkan identitas dan karakter masing-masing.
Selain busana, para peserta juga membawa berbagai properti pendukung untuk memperkuat penampilan mereka. Beberapa di antaranya membawa kipas, selendang, gambar kartini yang di gamba sendiri, bunga, payung, hingga aksesoris khas daerah. Properti tersebut tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi juga memiliki makna tersendiri yang ingin disampaikan oleh peserta melalui penampilan mereka di atas panggung.
Lomba fashion show ini secara resmi dibuka oleh Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Wirosari, Bapak Arif Mahmudi, S.Pd., M.Pd., M.Si., dengan pemukulan gong sebagai tanda dimulainya perlombaan. Para peserta kemudian tampil secara bergantian dengan penuh percaya diri di hadapan para juri dan penonton. Setiap langkah dan ekspresi yang ditampilkan menunjukkan keberanian serta kreativitas siswa dalam mengekspresikan diri.
Selain fashion show, berbagai penampilan turut memeriahkan suasana, seperti tari “Wanodya Tangkas” yang dibawakan oleh ekstrakurikuler tari dengan gerakan yang luwes dan penuh energi. Penampilan ini berhasil membuka acara dengan semangat yang tinggi dan menarik perhatian seluruh penonton.
Tidak hanya itu, pembacaan puisi berjudul Jembatan oleh Cahaya XI.5 dan Tahir XI.8 juga memberikan nuansa haru. Penampilan monolog berjudul Harapan Terakhir oleh Amazonica XI.5 turut memperkaya rangkaian acara dengan pesan yang mendalam. Penampilannya tidak hanya menghibur, tetapi juga menarik perhatian melalui penghayatan yang kuat serta penampilan yang sederhana, bahkan terkesan seperti orang dengan kondisi tidak terurus. Namun, di balik itu semua, tersimpan makna yang dalam tentang realita kehidupan dan pesan moral yang menyentuh bagi para penonton. Selain itu, penampilan musik oleh Dea X.11 dan Anggi XI.8 dengan lagu Ibu Kita Kartini berhasil membangkitkan rasa bangga dan semangat nasionalisme.
Salah satu panitia, Andika XI.2, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar peringatan, tetapi juga memiliki tujuan yang lebih dalam.
“Tujuannya untuk mengenang perjuangan Kartini sekaligus memberi semangat kepada siswa agar lebih percaya diri, berani berkembang, dan tidak takut menunjukkan kemampuan yang dimiliki,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa setiap siswa memiliki potensi yang perlu dihargai dan dikembangkan.
“Pesannya sederhana, setiap siswa punya potensi masing-masing. Kita diajak untuk saling mendukung, menghargai diri sendiri, dan terus semangat dalam belajar serta berkarya.”
Lebih lanjut, Andika menjelaskan bahwa peringatan Hari Kartini tetap relevan bagi generasi muda saat ini.
“Hari Kartini menjadi pengingat bahwa semangat perjuangan itu masih penting. Kita bisa meneladaninya dengan belajar sungguh-sungguh, berani bermimpi, dan menjadi pribadi yang bermanfaat.”
Sesi tanya jawab dilakukan dengan mewawancarai peserta fashion show, yaitu Marvel Bastian Hardinata dan Samagaretha Nasarani (XI.3). Dalam sesi ini, berbagai pertanyaan diajukan untuk menggali lebih dalam mengenai konsep yang ditampilkan, pesan yang ingin disampaikan, serta pandangan mereka terhadap peringatan Hari Kartini.
Dari sesi tersebut, dijelaskan bahwa konsep fashion show tidak sepenuhnya direncanakan sejak awal, melainkan muncul secara spontan seiring berjalannya proses persiapan. Meskipun demikian, konsep yang ditampilkan tetap memiliki makna yang kuat.
Pesan yang ingin disampaikan antara lain bahwa mimpi perempuan bukanlah sesuatu yang berlebihan, perempuan memiliki hak yang sama untuk menjadi pintar dan berpendidikan, serta pentingnya membuktikan kemampuan diri ketika diragukan oleh orang lain. Selain itu, peringatan Hari Kartini dinilai sangat seru dan memberikan pengalaman yang berkesan bagi para peserta.
Dalam rangka memperdalam pemahaman tentang sosok Raden Ajeng Kartini, disampaikan pula cerita singkat mengenai perjalanan hidupnya. R.A. Kartini lahir pada 21 April 1879 di Jepara, Jawa Tengah. Ia dikenal sebagai sosok yang cerdas, kritis, dan memiliki semangat belajar yang tinggi sejak usia muda.
Meskipun harus menjalani masa pingitan pada masa remajanya, Kartini tidak pernah berhenti untuk belajar. Ia memanfaatkan waktu dengan membaca berbagai buku dan menjalin komunikasi dengan teman-temannya di Eropa melalui surat. Dari sanalah lahir gagasan-gagasan tentang pentingnya pendidikan dan kesetaraan bagi perempuan.
Melalui pemikiran dan perjuangannya, Kartini berhasil menginspirasi banyak orang. Ia percaya bahwa perempuan memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan dan kesempatan berkembang. Pemikirannya kemudian menjadi dasar penting dalam perjuangan kesetaraan di Indonesia hingga saat ini.
Perjuangan Kartini tidak berhenti pada masanya saja, tetapi terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi muda. Semangatnya mendorong perempuan untuk berani bermimpi, percaya pada kemampuan diri, serta berkontribusi dalam masyarakat.
Peringatan Hari Kartini di SMA Negeri 1 Wirosari tahun 2026 berlangsung dengan lancar, meriah, dan penuh makna. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan refleksi bagi seluruh siswa.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat perjuangan R.A. Kartini dapat terus hidup dalam diri para siswa, khususnya dalam hal keberanian untuk berkarya, percaya diri, serta menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan.
Penulis: Arti Kusuma Dini A. (X.8) & Fatimah Permata P. (X.9), Tim Jurnalistik SMAN 1 Wirosari
Jadilah yang pertama berkomentar di sini