Detail Berita

Membangun Generasi Berani: Kegiatan Kokurikuler Anti-Bullying untuk Kelas X dan XI

Senin, 13 April 2026 15:49 WIB
38 |   -

Membangun Generasi Berani: Kegiatan Kokurikuler Anti-Bullying untuk Kelas X dan XI

Photo by: Krealistik

Bullying masih menjadi tantangan serius dalam dunia pendidikan. Menyadari hal tersebut, SMA Negeri 1 Wirosari melalui kegiatan kokurikuler tidak hanya bertujuan mengasah bakat dan minat siswa, tetapi juga menjadi wadah strategis untuk menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, empati, dan keberanian. Salah satu fokus utama tahun ini adalah penguatan kesadaran anti-bullying melalui pendekatan yang berbeda antara kelas X dan XI.

Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan pemutaran cuplikan film Jembatan Pensil. Film ini menceritakan perjuangan seorang siswa sekolah dasar yang menyandang disabilitas mental, namun memiliki semangat dan mimpi besar untuk membangun jembatan yang layak bagi teman-temannya agar dapat menyeberang dengan aman menuju sekolah. Selain itu, siswa juga mendapatkan bimbingan dari guru BK mengenai pengertian bullying secara menyeluruh, mulai dari berbagai bentuknya seperti bullying verbal, fisik, sosial, hingga cyberbullying, serta dampak yang ditimbulkan bagi korban maupun pelaku. Melalui rangkaian kegiatan ini, siswa diajak untuk memahami makna empati, kepedulian, serta pentingnya saling mendukung tanpa memandang kekurangan seseorang.

Memasuki hari kedua, fokus kegiatan beralih dari sekadar pengamat menjadi penggerak. Para siswa ditantang untuk memproduksi film pendek bertema anti-bullying. Kegiatan ini bertujuan untuk mengolah rasa empati yang telah tumbuh menjadi sebuah pesan nyata dalam bentuk karya. Suasana pun menjadi sangat meriah, di mana siswa terlihat antusias, kreatif, dan totalitas dalam merancang cerita serta memainkan peran dalam film yang mereka buat.

Pada hari ketiga, siswa mulai melakukan proses pengambilan gambar (take video). Mereka bekerja sama dalam tim, menentukan lokasi, serta mendalami peran masing-masing. Kegiatan ini berlanjut pada hari keempat dan kelima, di mana selain melanjutkan pengambilan gambar, siswa juga mulai melakukan proses editing untuk menyusun alur cerita yang lebih menarik dan bermakna.

Memasuki hari keenam, sebagian besar siswa mulai fokus pada tahap editing video. Namun, masih ada beberapa kelompok yang menyelesaikan pengambilan gambar. Selain itu, siswa juga membuat poster dan banner sebagai bentuk kampanye visual anti-bullying yang kreatif dan informatif. 

Pada hari ketujuh sekaligus hari terakhir, seluruh siswa menyelesaikan proses editing video mereka. Hasil karya tersebut kemudian diunggah ke media sosial Instagram kelas masing-masing serta dikumpulkan melalui Google Drive sebagai bagian dari penilaian. Poster dan banner yang telah dibuat juga turut dikumpulkan sebagai pelengkap kampanye anti-bullying.

Menariknya, setiap hari kegiatan selalu diawali dengan senam anak sehat dan menyanyikan lagu bertema kerukunan antar teman. Hal ini bertujuan untuk membangun suasana positif, kebersamaan, serta memperkuat nilai persahabatan di antara siswa.

Melalui rangkaian kegiatan ini, diharapkan siswa tidak hanya memahami bahaya bullying, tetapi juga berani untuk bersikap, menyuarakan kebaikan, serta menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah maupun masyarakat. SMA Negeri 1 Wirosari pun terus berkomitmen untuk menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga kuat secara karakter dan berani melawan segala bentuk perundungan.

Penulis: Arti Kusuma Dini A. (X.8) & Niken Meilda W. (X.9), Tim Jurnalistik SMAN 1 Wirosari


Komentar

×
Berhasil membuat Komentar
×
Komentar anda masih dalam tahap moderator
1000
Karakter tersisa
Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini