Hari Kelima MPLS 2026 SMA Negeri 1 Wirosari: Penutupan Penuh Semangat, Kreativitas, dan Kebersamaan
Photo by: krealistik
Wirosari, 17 Juli 2026 — Memasuki hari kelima sekaligus hari terakhir Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMA Negeri 1 Wirosari, suasana sekolah dipenuhi semangat dan antusiasme para peserta didik baru. Setelah mengikuti berbagai rangkaian kegiatan selama sepekan, hari terakhir menjadi momen yang paling dinantikan karena menghadirkan beragam penampilan serta acara penutupan yang penuh kesan.
Sebelum memasuki acara utama, Ibu Dhanik Murjani, S.Pd. dan Ibu Yumrohaini, S.Pd. menyampaikan beberapa pengumuman mengenai tata tertib yang berlaku di SMA Negeri 1 Wirosari. Salah satunya adalah ketentuan penggunaan seragam sekolah sesuai aturan yang telah ditetapkan serta larangan penggunaan make up bagi siswi selama berada di lingkungan sekolah. Penyampaian tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta didik baru dalam menerapkan kedisiplinan sejak awal tahun pelajaran.
Sekitar pukul 08.15 WIB, suasana menjadi meriah dengan penampilan pentas seni dari kelas (X.11). Penampilan tersebut berhasil menghibur seluruh peserta MPLS dan menghadirkan senyum serta tepuk tangan meriah dari para penonton. Kekompakan, kreativitas, dan semangat kebersamaan yang ditampilkan menjadi bukti bahwa para siswa telah mampu bekerja sama dengan baik meskipun baru saling mengenal.
Usai penampilan pembuka, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi bertema "Siswa Belajar Bermasyarakat" yang dibina oleh Ibu Widiastuti Dian Setyaningrum, S.Pd. Pada sesi ini, beliau menayangkan video profil guru dan tenaga kependidikan (tendik) SMA Negeri 1 Wirosari sebagai sarana untuk memperkenalkan seluruh warga sekolah kepada peserta didik baru. Materi yang disampaikan meliputi pentingnya belajar hidup bermasyarakat, unsur-unsur yang terdapat dalam masyarakat, serta etika dalam bergaul dan berkomunikasi.
Setelah penyampaian materi selesai, diadakan sesi wawancara bersama pemateri. Beliau menyampaikan harapannya agar peserta didik mampu menerapkan etika komunikasi yang baik, khususnya ketika berkomunikasi dengan guru melalui pesan singkat.
"Harapan saya, remaja sekarang lebih memperhatikan etika dalam berkomunikasi. Misalnya ketika menghubungi bapak atau ibu guru melalui WhatsApp, jangan langsung menyampaikan tujuan. Sebaiknya diawali dengan salam, memperkenalkan diri, meminta maaf karena telah mengganggu waktu, kemudian menyampaikan maksud dan diakhiri dengan ucapan terima kasih."
Beliau juga menambahkan harapan lainnya.
"Saya berharap anak-anak menggunakan bahasa yang sopan ketika berbicara dengan bapak dan ibu guru. Jika belum mampu menggunakan bahasa krama, gunakanlah Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Selain itu, hindari berkata-kata kasar kepada teman."
Sebagai penutup, beliau menyampaikan pesan kepada seluruh peserta didik baru.
"Selalu berkomunikasi dengan teman dengan baik, jaga kekompakan dan keharmonisan antarteman. Saat ini sering muncul kelompok atau circle yang membuat sebagian teman merasa terasing. Sebisa mungkin hindari hal seperti itu agar tercipta lingkungan sekolah yang nyaman bagi semua."
Setelah sesi materi berakhir, seluruh peserta kembali ke kelas masing-masing untuk melakukan persiapan pentas seni. Suasana kelas dipenuhi semangat dan kesibukan. Ada yang berganti dress code, menyiapkan properti, membawa permen untuk dibagikan kepada penonton, hingga melakukan latihan terakhir sebelum tampil. Masing-masing kelas berusaha memberikan penampilan terbaik mereka.
Tepat sekitar pukul 10.00 WIB, pentas seni resmi dimulai. Antusiasme peserta terlihat begitu tinggi. Sebelum tampil, banyak siswa mengabadikan momen bersama teman-teman melalui foto, ada pula yang terlihat tidak sabar menunggu giliran, bahkan beberapa di antaranya mengaku gugup. Namun, rasa gugup tersebut tidak mengurangi semangat mereka untuk memberikan penampilan terbaik mereka.
Satu per satu kelas tampil sesuai nomor undian yang telah ditentukan. Berbagai pertunjukan kreatif berhasil menghibur seluruh peserta MPLS. Gelak tawa, tepuk tangan, dan sorakan semangat terus terdengar sepanjang acara. Tanpa terasa, seluruh rangkaian pentas seni selesai dan kegiatan dilanjutkan dengan waktu istirahat, salat, dan makan (ishoma).
Usai ishoma, tibalah momen yang paling dinanti sekaligus menjadi puncak kegiatan MPLS 2026. Pada sesi ini, peserta disuguhkan penampilan dari Majelis Perwakilan Kelas (MPK) yang dibawakan oleh Vita (XII.8), Marvel (XII.8), dan Pandu (XI.3). Dalam penampilannya, mereka memperkenalkan peran serta fungsi MPK kepada peserta didik baru.
Dijelaskan bahwa MPK merupakan wadah aspirasi siswa yang bertugas mengawasi jalannya program kerja OSIS sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara peserta didik dengan pihak sekolah. Menjadi anggota MPK bukan hanya sekadar mengikuti rapat atau mengenakan seragam organisasi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk belajar bertanggung jawab, berani berbicara di depan umum, bekerja sama dalam tim, berpikir kritis dalam menyelesaikan masalah, serta menjadi pemimpin yang mampu mendengarkan aspirasi orang lain.
Kemeriahan acara berlanjut dengan penampilan dari OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah), yaitu organisasi resmi di tingkat sekolah yang menjadi wadah bagi peserta didik untuk mengembangkan jiwa kepemimpinan, tanggung jawab, serta berpartisipasi dalam berbagai kegiatan sekolah. Drama musikal yang dilanjutkan dengan flashmob penuh energi tersebut berhasil membakar semangat para peserta didik baru.
Pada kesempatan yang sama diumumkan pula Putra dan Putri Terbaik MPLS 2026, yaitu:
Aryna Nino Wiandra (X.3) sebagai Putra Terbaik MPLS 2026.
Hafidza Bella Widiyana (X.11) sebagai Putri Terbaik MPLS 2026.
Selain itu, diumumkan pula para pemenang kategori penampilan kelas terbaik, yaitu:
Best Performance Award: X.2
Excellent Performance Award: X.10
Outstanding Performance Award: X.11
Penyerahan hadiah dan piagam penghargaan dilakukan oleh Bapak Iwan Tegar Mandiri, S.Pd., M.Si. Suasana GOR SMA Negeri 1 Wirosari bergemuruh oleh sorak sorai dan tepuk tangan dari seluruh peserta yang turut merayakan keberhasilan para pemenang. Keceriaan dan rasa bangga terpancar dari wajah para siswa yang menerima penghargaan maupun teman-teman yang memberikan dukungan.
Sebagai penutup, acara ditandai dengan pelepasan kartu tanda pengenal (ID Card) peserta MPLS secara simbolis pada pukul 14.18 WIB. Pelepasan ID Card menjadi simbol berakhirnya rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah 2026 sekaligus menandai dimulainya perjalanan baru mereka sebagai keluarga besar SMA Negeri 1 Wirosari. Dengan berakhirnya MPLS, diharapkan seluruh peserta didik baru mampu membawa semangat, disiplin, serta nilai-nilai kebersamaan yang telah diperoleh selama lima hari kegiatan untuk diterapkan dalam kehidupan belajar di sekolah.
Penulis:
Arti Kusuma Dini .A (XI.3)
-Tim Jurnalistik SMAN 1 Wirosari
Jadilah yang pertama berkomentar di sini