ASTERIS 2026: Ajang Unjuk Bakat, Prestasi, dan Kebersamaan Siswa SMA Negeri 1 Wirosari

Photo by: krealistik
Wirosari, 10 Juni 2026 — SMA Negeri 1 Wirosari menggelar apel pembukaan Class meeting Semester Genap yang mengusung tema ASTERIS (Ajang Seni, Talenta, dan Ekspresi Siswa SMANSA). Kegiatan ini diikuti seluruh siswa serta Bapak/Ibu guru SMA Negeri 1 Wirosari di lapangan sekolah.
Acara pembukaan berlangsung meriah dengan penampilan Ekstrakurikuler Karawitan (Sekar Prameswari) binaan Bapak Muhammad Rofii, S.Pd. Alunan gamelan yang harmonis berhasil menciptakan suasana yang megah dan menarik perhatian seluruh peserta apel.
Penampilan semakin memukau saat lagu Taman Jurug dibawakan oleh siswi kelas XI-8, Anggi Anatasya, bersama Bapak Muhammad Rofii, S.Pd. Kolaborasi tersebut mendapat apresiasi dari siswa maupun guru yang hadir.
Setelah penampilan karawitan, kegiatan dilanjutkan dengan apel pembukaan yang dibina oleh Kepala SMA Negeri 1 Wirosari, Bapak Arif Mahmudi, S.Pd., M.Pd. Dalam amanatnya, beliau mengajak seluruh siswa untuk menjadikan classmeet sebagai sarana mengembangkan bakat, meningkatkan sportivitas, dan mempererat kebersamaan.
Beliau juga menyampaikan beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan selama ASTERIS, di antaranya Lomba Cerdas Cermat (LCC) dan JATRA (Jejak Tari Kreasi Jawa). Seluruh peserta diharapkan dapat berpartisipasi aktif serta menjunjung tinggi nilai kerja sama dan kompetisi yang sehat.
Pada kesempatan tersebut, seluruh peserta apel melaksanakan pembacaan Ikrar Siswa Sekolah Berintegritas yang dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen Sekolah Berintegritas oleh kepala sekolah, guru, dan perwakilan siswa sebagai bentuk dukungan terhadap budaya jujur, disiplin, dan bertanggung jawab.
Kegiatan ASTERIS 2026 resmi dibuka oleh Kepala Sekolah dan ditutup dengan kolaborasi menarik antara Ekstrakurikuler Karawitan dan Tari yang menyanyikan lagu kagok Semarang, Taman jurug, Prau layar, Lali janjine, Sido Rondo serta Wulang wulangun. Melalui kegiatan ini, SMA Negeri 1 Wirosari berharap peserta didik dapat mengembangkan potensi diri, mempererat kebersamaan, serta menyalurkan kreativitas dan bakat yang dimiliki.
Memasuki hari pertama pelaksanaan Class Meeting, sekitar pukul 09.00 WIB kegiatan diawali dengan Sigma Competition (Smart, Intelligent, Genius, Motivated, Achiever), yaitu lomba cerdas cermat (LCC) yang mempertemukan perwakilan terbaik dari setiap kelas. Kompetisi ini menjadi ajang bagi para peserta untuk menunjukkan kemampuan berpikir kritis, pengetahuan akademik, serta kerja sama tim dalam menjawab berbagai soal yang telah disiapkan oleh panitia.
Sigma Competition dinilai oleh dewan juri yang terdiri atas Bapak Sri Radityo, S.Pd., Ibu Ririk Niangkasawati, S.Pd., dan Bapak Iwan Tegar Mandiri, S.Pd.Si. Selama perlombaan berlangsung, para peserta tampak antusias dan bersaing secara sportif untuk memberikan jawaban tercepat dan paling tepat atas setiap pertanyaan yang dibacakan oleh moderator.
Tidak hanya para peserta yang tegang menantikan apakah jawaban yang mereka berikan benar atau salah, para suporter dari masing-masing kelas juga turut merasakan ketegangan yang sama. Dengan penuh perhatian, mereka mengikuti jalannya perlombaan sambil memberikan dukungan dan semangat kepada teman-teman sekelasnya. Para bapak/ibu guru wali kelas yang hadir menyaksikan perwakilan kelasnya juga tampak ikut merasakan ketegangan dan antusiasme selama perlombaan berlangsung. Meskipun suasana kompetisi berlangsung menegangkan, seluruh peserta, suporter, dan guru tetap menjaga ketertiban sehingga kegiatan dapat berjalan dengan lancar, nyaman, dan kondusif bagi semua pihak.
Kegiatan berjalan dengan lancar hingga babak semifinal berakhir. Para peserta menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam setiap sesi perlombaan untuk memperebutkan tiket menuju babak final. Sementara itu, babak final Sigma Competition dijadwalkan berlangsung pada hari berikutnya untuk menentukan tim terbaik yang akan keluar sebagai juara.
Memasuki hari kedua pelaksanaan Class Meeting, kegiatan diawali dengan babak final Sigma Competition (LCC) yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB. Suasana perlombaan terasa semakin menegangkan karena empat tim terbaik berhasil melaju ke babak final, yaitu kelas XI.1, XI.7, XI.10, dan X.10. Para finalis tampak fokus dan percaya diri saat menjawab setiap pertanyaan yang diberikan oleh moderator.
Persaingan final LCC berlangsung sengit sejak awal hingga akhir perlombaan. Setiap tim saling mengejar perolehan poin dan berusaha memberikan jawaban yang cepat serta tepat. Dukungan dari teman-teman sekelas dan para guru yang hadir turut menambah semangat para peserta selama babak final berlangsung.
Setelah melewati serangkaian soal yang menantang, tim dari kelas XI.10 berhasil memperoleh poin tertinggi dan keluar sebagai juara Sigma Competition 2026. Kemenangan tersebut disambut dengan penuh suka cita oleh seluruh anggota tim dan para pendukungnya.
Dalam sesi wawancara, perwakilan tim XI.10 mengungkapkan bahwa mereka lebih fokus mempelajari bidang yang menjadi kekuatan tim, terutama materi IPS. Saat menghadapi soal yang tidak diketahui jawabannya, mereka tetap berusaha menjawab karena pengurangan poin untuk jawaban salah lebih kecil dibandingkan jika tidak menjawab sama sekali. Mereka juga berpesan kepada peserta lain agar tidak mudah menyerah, karena soal yang keluar saat final tidak selalu sesuai dengan kisi-kisi yang telah dipelajari sebelumnya.
Setelah babak final LCC selesai dilaksanakan, rangkaian kegiatan Class Meeting dilanjutkan dengan lomba JATRA (Jejak Tari Kreasi Jawa) yang menjadi salah satu perlombaan paling menarik perhatian siswa. Lomba tari diikuti oleh perwakilan dari setiap kelas yang menampilkan penampilan kreatif dan penuh semangat. Para peserta telah mempersiapkan diri dengan berlatih secara rutin agar dapat memberikan penampilan terbaik di hadapan dewan juri dan seluruh warga sekolah.
Kegiatan ini berlangsung dengan meriah. Setiap kelompok menampilkan gerakan yang kompak, kostum yang menarik, serta kreativitas yang berbeda-beda. Sorak sorai penonton menambah semangat para peserta saat tampil di atas panggung.
Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu peserta, ia mengaku merasa senang dan bersemangat karena dapat tampil bersama teman-temannya. Meskipun sempat merasa gugup sebelum tampil, ia tetap menikmati penampilan kelompoknya dan merasa lega setelah berhasil menyelesaikan pertunjukan di atas panggung.
Peserta tersebut juga menjelaskan bahwa tantangan terbesar selama latihan adalah menyelaraskan gerakan antaranggota agar terlihat kompak. Untuk mengatasi hal tersebut, seluruh anggota tim berusaha menjaga komunikasi yang baik dan berlatih bersama dengan tekun sehingga dapat menampilkan tarian yang padu dan menarik.
Selain menjadi ajang hiburan, lomba tari juga bertujuan untuk mengembangkan bakat siswa di bidang seni, meningkatkan rasa percaya diri, serta melatih kerja sama dalam tim. Melalui kegiatan ini, siswa dapat menyalurkan kreativitas mereka dengan cara yang positif.
Dengan adanya lomba JATRA (Jejak Tari Kreasi Jawa) dan Lomba Cerdas Cermat (LCC) dalam kegiatan Class Meeting, suasana sekolah menjadi lebih hidup, meriah, dan menyenangkan. Kedua perlombaan tersebut tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana bagi siswa untuk mengembangkan bakat, kreativitas, serta kemampuan berpikir dan bekerja sama. Diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan untuk mendukung pengembangan potensi siswa di berbagai bidang sekaligus mempererat kebersamaan dan kekompakan antar siswa.
Penulis:
Arti Kusuma Dini Asiandaru (X.8)
Hilmi Allam Muhyiddin (X.6)
-Tim Jurnalistik SMAN 1 Wirosari
Jadilah yang pertama berkomentar di sini